BICARA SOAL CINTA???
"Berawal dari sebuah kekaguman, menghantarkanmu pada rasa tak biasa?"
Ya , mungkin diantara kita sempat merasakan hal demikian yang seringkali kita namai dengan jatuh cinta.
Jatuh cinta? Hmm bicara soal cinta,rasanya tak ada satupun di dunia ini yang tak pernah merasakannya. Sejak manusia diciptakan, cinta itu telah ada atas kehendak-Nya. Ya, cinta itu tak pernah bosan untuk dibahas. Setiap syair banyak yang bertemakan cinta, setiiap lagu tak sedikit yang berkisah mengenai cinta, bahkan kisah-kisah tentang cintapun selalu dikenang dan abadi sepanjang masa. Cinta memang tak ada habisnya !
Membahas mengenai cinta, terkadang kita sebagai manusia apalagi seorang pemuda dengan status lajang kerap mengambil kesimpulan bahwa cinta itu hanya sebatas pada perasaan antara seorang laki-laki pada perempuan maupun sebaliknya. Bahkan tak sedikit dari kita yang mengekspresikan cintanya itu dengan memfollow budaya pacaran yang jelas-jelas telah Allah larang. Eits, pacaran di sini ialah pacaran sebelum halal, kalau yang sudah halal itu boleh-boleh saja bahkan sangat boleh :D
Kembali pada bahasan larangan pacaran. Kenapa Allah melarang pacaran? Jelas karena Allah jauh lebih Mengetahui kerugian-kerugian yang ditimbulkan dari pacaran. Pacaran itu selain menyita banyak waktu, ia juga menyita pikiran,air mata, perasaan dan uang. Benarkah? Tentu benar, karena setiap harinya kamu akan disibukkan dengan pikiran-pikiran tentang si dia, “sudah makan gak ya?” , “lagi ngapain ya?” , “sama siapa ya?” ,”baik-baik aja ngga ya?”, dan sejuta pertanyaan yang terkadang jika diperhatikan lebih seperti babysisternya yang harus selalu memantau kedaaan yang diasuhnya. Menyita waktu banget kan?
Selain itu air mata dan perasaan pun akan terkuras sia-sia. Contohnya saja saat kamu lihat si dia sama oranglain (yang padahal adik/kakaknya) jalan bareng, dengan seketika kamu yang katanya tengah terbakar api cemburu menjudge bahwa si doi sudah berselingkuh,menduakan,menghianati de el el, yang ujung-ujungnya pasti diakhiri dengan nangis bombay dan perasaan tersayat-sayat. (hmm merugikan kan ? -_- ) Coba kalau nangisnya karena cemburu lihat oranglain lebih deket sama Allah ketimbang kita, coba kalau nangisnya karena menyesali dosa-dosa kita, hmm pasti itu lebih baik kan dibanding nangis ga jelas?
Belum lagi jika kamu seorang cowok, otomatis mau tidak mau harus mengeluarkan uang kalau ngajak si doi jalan-jalan. Gengsi dong, masa cowok dijajanin ceweknya, itulah yang akan selalu terbersit dipikiranmu sampai kamu berani bohong sana-sini ke orangtua hanya demi menjajani si doi. Deuhh, coba kalau uangnya ditabung atau disedekahkan, jelas lebih manfaat kan?
Sahabat, cinta itu memang indah, namun alangkah lebih indah jika cinta itu kita persembahkan pada-Nya. Cinta itu memang anugerah, namun tidak lantas menjadikan kita sebagai hamba yang membangkang pada-Nya. Cintailah Allah, karena jika kita telah mencintai dan dicintai Allah maka cinta manusia pun dapat kita peroleh. Lain halnya ketika kita lebih mencintai manusia dibanding Allah, maka kita hanya memperoleh cinta manusia saja, sedangkan cinta Allah belum tentu dapat kita peroleh.
Allah tidak pernah melarang cinta itu untuk kita rasakan, yang Allah larang itu ialah ketika cinta itu malah menghantarkan kita pada dosa dan murka-Nya. Jadi, yang menimbulkan dosa itu bukan cintanya, melainkan sikap kita terhadap cinta yang kita rasakan itu. Karena apabila kita dapat mengelola cinta itu dengan baik, melandaskan setiap cinta karena-Nya, tidak lebih mencintai selain mencintai-Nya, tentunya kita akan memperoleh cinta dari-Nya dan ketika kita telah dicintai oleh Allah, maka seluruh alam pun akan mencintai kita. Tentunya kita menginginkan hal itu bukan? Karena karunia terbesar itu ketika kita sudah mencintai dan dicintai Allah.
So, masih mau mengejar cinta ‘semu’ yang ditawarkan manusia?
Masih mau melanggar aturan-Nya, hanya demi cinta yang sebenarnya tak lebih dari sekedar hasutan nafsu?
Yuk perbaiki, kembalikan cinta yang kita miliki pada Sang Pemilik Cinta, pada sang pemilik jiwa. Jadilah bagian dari para pemuda yang menahan diri sebelum mereka mampu untuk menghalalkan cinta yang ada. Para pemuda yang tak mudah mengatakan cinta, mengobral janji, apalagi pemberi harapan palsu. Jadilah bagian dari mereka yang hanya akan mengatakan cinta pada seseorang yang memang telah Allah takdirkan untuknya, telah Allah persatukan dalam ikatan pernikahan. Yuk menjadi pemuda yang lebih mencintai Allah dan Rasulullah di atas segala-galanya. Allah saja mereka cintai, apalagi kita? :)
#cinta #Allah #manusia #muslim #muslimah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar