Kamis, 14 Mei 2015

Di ujung jalan

Di ujung jalan ini
Aku menunggumu, aku menantimu
Ditengah terik matahari
Aku menyanyikan kisah tentang kita

Alunan denting suara hati
Mengulas kembali jejak yang telah lalu
Untaian makna yang tercipta
Aku abadikan di tempat terindah

Tuhan kembalikan
Segalanya tentang dia seperti sedia kala
Izinkan aku tuk memeluknya mungkin tuk terakhir kali
Agar aku dapat merasakan cinta ini selamanya

Ketika malam telah tiba
Aku menyadari, kau takkan kembali

Tuhan kembalikan
Segalanya tentang dia seperti sedia kala
Izinkan aku tuk memeluknya mungkin tuk terakhir kali
Agar aku dapat merasakan cinta ini selamanya

Ketika malam telah tiba
Aku menyadari, kau takkan kembali

# 24 juli 2014_20september2014

Senin, 11 Mei 2015

Let it flow

sedikit jenuh hanya duduk saja dirumah kadang sering berfikir untuk pergi ke suatu tempat yg jauh hanya ada aku, diriku dan saya
Aku hanya butuh waktu untuk diri sendiri saja menghela nafas sejenak tanpa perlu berfikir akan esok hari
Sebenarnya semua orang butuh me time untuk dirinya sendiri
Tpi kadang ke khawatiran akan sesuatu mengalahkan segalanya
Hidup bukan sekedar cinta patah hati atau bekerja tpi Ketika menengok ke suatu tempat yg kita sebut rumah coba Kalian lihat orang tua Kalian betapa kurang waktu Kalian sekarang setelah dewasa selalu disibukan dg cinta pekerjaan bahkan untuk mencium tangan ibuk bapak aja seperti jarang dilakukan
Ya kita hanya sibuk dg kehidupan kita tanpa kita sadari orang tua Kalian jg beranjak menua
Coba ambil waktu untuk diri Kalian Ketika Kalian mendapatkan kritikan entah itu dari orang tua, teman, pacar atau mantan
Pasti kita marah bahkan membenci hal itu, kita selalu menganggap mereka hater padahal mereka hanya meluruskan kekurangan kita apa yg harusnya kita perbaiki tpi kadang kita tidak menyadari bahwa itu adalah tanda cinta mereka pada kita ya Ketika mereka sudah tidak peduli mereka enggan bicara atau menyapa
Itu lebih menyakitkan bukan??????
Bagaimana Jika tuhan yg menegur kita
Hemmm tentu saja kita pasti lebih banyak mendapat hikmah dibalik teguran tersebut
Hidayah dalam Hidup kita tentu akan membuat kita ingat apa yg kita lakukan
Ya coba sesekali renungkan apa yg kita lakukan hari ini dan masa lalu itu sebagai batu loncatan Agar tidak terjatuh lagi Dikesalahan yg sama
:)
#strong #believe #do_it

Rabu, 06 Mei 2015

Amor vincit omnia

Pernahkah kau coba menerka...
Apa yang tersembunyi disudut waktu...
Meneguk kerinduan dalam dada...
Mengeja hitam putih dalam hati..

Sebait ini ingin ku ungkap sejuta asa...
Tentang diriku yang berdiri diujung senja...
Tentang harapan yang terbias dalam warna jingga pelangi...
Tentang jiwaku yang terkurung...
Seakan enggan beranjak...

Selama musim berganti...
Sejauh batas pengertian...
Tak izinkan pemilik hati...
Rengkuh kebahagiaan..

Tak pernahkah engkau dapati...
Sorot mataku yang menahan rindu...
Pernah engkau mencoba membaca...
Jerit hati yang terpancar lewat kegelisahan...

Apakah masih ada waktuku...
Melihat ranum pesona rindu...
Tak ingin menyimpan harap...
Bersinggahlah, kala kau gundah...
Bersama kita hirup wanginya embun pagi...
Merasakan hangatnya sinar mentari...
Hanya jika kau masih sendiri...

Sabtu, 02 Mei 2015

Belajar dari chef juna

Ada kecelakaan yang berbuah penderitaan, tetapi ada juga kecelakaan yang meninggalkan kebahagian bahkan kesuksesan. Kecelakaan berbuah kesuksesan itulah yang dialami Chef Juna Rorimpandey. Ketika ia tengah merantau di negeri Paman Sam, Juna sempat menjadi orang yang luntang lantung tanpa kerjaan. Dan satu-satunya tempat yang mau menerima ia bekerja kala itu hanyalah sebuah restoran.

"Karier aku sebagai chef sebenarnya karena kecelakaan. Aku bukan chef yang mengenyam pendidikan tinggi tentang kuliner. Semua pengetahuan aku tentang kuliner dipelajari lewat pengalaman dan coba-coba saja," kata Chef Juna ketika ditemui di sela-sela acara masak bersama Klop-in Ramadanmu Bersama Chef Juna di Pejaten Village, akhir pekan lalu.

Berkaca pada pengalamannya sebagai chef yang hanya dikarenakan faktor "kecelakaan", maka Juna pun tidak pernah pelit untuk berbagi pengalamannya. Siapa saja yang mau belajar untuk menjadi koki yang andal, ia bersedia bantu. Kesan mau membantu itu juga terlihat kala ia dengan sabar memberi contoh dan pengarahan kepada peserta cooking class. Semua peserta yang bertanya, ia ladeni dengan jawaban yang detil.

Bila menelisik jauh akan kesabaran, sebenarnya Juna dahalu bukanlah orang yang seperti sekarang. Di masa mudanya, kala ia merantau di Amerika Serikat, Juna sangat bandel. Ia memandang hidup hanya menjadi tempat melakukan kesenangan.

Sebelum menjadi koki terkenal, cita-cita Juna awalnya adalah menjadi seorang pilot terkemuka. Karena itu ia rela mengejar pendidikan pilot hingga ke Amerika. Namun sayang, ketika tengah mengenyam pendidikan pilot tiba-tiba kondisi keuangan keluarganya kritis. Dampaknya Juna tidak bisa meneruskan sekolah, atau ia harus bekerja untuk mendapatkan uang demi sekolahnya.

Pilihan bekerja pun ia lakoni. Meskipun di awal ia mulai mencari pekerjaan di Amerika sangat sulit. Ditambah lagi, Juna tidak punya uang untuk membeli makanan. Terpaksa Juna mengorek-ngorek tempat sampah di kota Amerika untuk mencari uang recehan. Bila uang receh sudah terkumpul 99 sen dolar Amerika, barulah ia bisa membeli burger. Dan bila tengah beruntung, dari hasil mengorek tempat sampah Juna bisa mengumpulkan 1 dollar 7 sen yang kemudian ia belikan chicken box (nasi dan ayam).

"Kalau mengingat masa-masa dulu, sedih rasanya. Tetapi aku pun merasa beruntung punya pengalaman menyedihkan itu, sehingga sekarang aku bisa menghargai hidup dan karierku," ungkap chef yang baru saja dinobatkan sebagai brand ambassador Klop.

Kisah Juna mengorek tempat sampah untungnya tidak berlangsung lama. Seorang teman kemudian merekomendasikan Juna untuk bekerja di sebuah restoran Jepang di Amerika. Di sana Juna bekerja sebagai pelayan, yang sehari-hari mendapat banyak perintah dari para koki restoran.

12 Menit
Sebuah ujian besar pun pernah diberikan seorang chef pada Juna. Ia diminta untuk mengupas 25 kilogram kentang dalam kurun waktu 15 menit. Hebatnya berkat tekad yang kuat, saat itu Juna mampu menyelesaikan ujiannya dalam waktu 12 menit saja. Sejak itulah, chef di restoran mempercayakan Juna untuk belajar memasak.

Setelah melewati banyak aral melintang, akhirnya Juna pun menerima pengakuan sebagai chef. Bahkan pemerintah Amerika sendiri mengakui Juna sebagai cfef yang hebat dalam urusan makanan sushi. Ia pun diberi gelar Sushi Chef.

Berpegang pada pengalaman panjangnya menjadi chef, maka Juna pun berpesan agar semua orang yang punya passion pada dunia masak-memasak jangan pernah kehilangan akal untuk berkreasi. Sebab menjadi seorang chef hebat itu sebenarnya tidak melulu harus melalui pendidikan tinggi. Juna sudah membuktikan itu semua. Faktor yang paling penting untuk meraih keberhasilan dalam hidup hanyalah sebuah tekad saja.

"Ketika kita memiliki tekad kuat, dan mau belajar demi mencapai tekad itu, maka masa depan akan kelihatan lebih cerah. Jangan pernah putus asa akan apa pun. Itulah yang hingga sekarang aku terapkan. Aku tidak pernah mau membatasi diri pada bidang makanan tertentu. Sebab aku yakin, aku mampu mengolah makanan apa saja menjadi nikmat," tegas pria single yang kini sudah menginjak usia 37 tahun.

Terkait dengan profesinya sebagai chef, Juna ternyata memiliki kenangan indah tentang masak bersama keluarga. Waktu kecil dulu, Juna ingat bahwa keluarganya memiliki kebiasaan untuk memasak bersama di hari-hari spesial. Semua orang dalam keluarga ambil bagian dalam memasak, setelah itu diakhiri dengan makan bersama di meja makan. Kebiasaan masak dan makan bersama itulah yang sangat membekas di memori Juna.

Harapan Juna, keluarga yang hidup di era modern dan serba sibuk dengan aktivitasnya, setidaknya bisa meluangkan waktu makan bersama keluarga. Sebab di waktu makan atau masak bersama itulah, harmonisasi tercipta.